Polemik Membawa Anak Ke Masjid

Oleh: Ustadz Wira Mandiri Bachrun

///

Perlu diketahui oleh para orang tua bahwa pada asalnya diperbolehkan untuk membawa anak-anak ke masjid. Hal ini termasuk proses pembiasaan agar mereka (terutama yang laki-laki) terbiasa dengan shalat berjama’ah ke masjid.

Kita dapati di beberapa hadis, Rasulullah membiarkan anak-anak berada di masjid, bahkan beliau pernah shalat sambil menggendong Umamah, cucu beliau dari Zainab.

Di dalam hadis Abu Qatadah disebutkan, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam shalat sambil menggendong Umamah, cucu beliau. Jika beliau sujud, beliau meletakkannya dan jika beliau berdiri, beliau menggendongnya. (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Dan juga beliau pernah mempersingkat shalat karena mendengar tangisan anak kecil di tengah-tengah shalat.

Kata beliau shallallahu alaihi wasallam,

إِنِّي لأَدْخُلُ فِي الصَّلاَةِ وَأَنَا أُرِيدُ إِطَالَتَهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلاَتِي مِمَّا أَعْلَمُ مِنْ شِدَّةِ وَجْدِ أُمِّهِ مِنْ بُكَائِهِ

“Saat aku shalat dan ingin memanjangkan bacaanku, tiba-tiba aku mendengar tangian bayi sehingga aku pun memendekkan shalatku, sebab aku tahu ibunya akan susah dengan adanya tangisan tersebut.” (HR. Al Bukhari)

Beliau bahkan memerintahkan anak-anak yang sudah berusia tujuh tahun untuk shalat, bahkan memerintahkan untuk memukul mereka apabila tidak mau shalat di usia sepuluh tahun.

(مُرُوا صِبْيَانَكُمْ بِالصَّلاَةِ لسَبْعٍ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا لِعَشْرٍ)

Perintahkan anak-anak kalian untuk sholat ketika berumur tujuh tahun dan pukullah mereka pada umur sepuluh tahun, apabila mereka meninggalkannya.” (HR. Abu Daud)

Dan tentu saja apabila anak tersebut laki-laki, maka yang lebih utama dia diajarkan shalat di masjid.

Tapi sekarang masalahnya, ternyata sebagian anak-anak itu membuat kekacauan di masjid dengan berlari-lari dan berteriak-teriak sehingga mengganggu kekhusyukan jama’ah lainnya. Apakah tetap diperb