Kumpulan hadits lemah dan palsu No. 51-60

HADITS KELIMA PULUH SATU

فقيه واحد أشد على الشيطان من ألف عابد

“”Seorang alim (faqih) lebih kuat bagi setan dibanding seribu ahli ibadah”

Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas secara Marfu. Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah dalam Dho’iful Jami’ (3991) : “(Hadits) Palsu”

HADITS KELIMA PULUH DUA

كان إذا أفطر قال ” اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت”

“” Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam apabila berbuka, mengucapkan doa : Ya Allah, Untukmu aku berpuasa dan diatas rejekimu aku berbuka”

Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dan Ibnu Sunni dari Ibnu Abbas Rhadiyallahu’ anhuma dan Diriwayatkan oleh At-Thabrani dalam Al-Mu’jamus Shogir dari Anas  Rhadiyallahu’ anhu. Keduanya lemah. (Al-Irwa’ul Ghalil no. 919 dengan ringkas)

HADITS KELIMA PULUH TIGA

كان النبي صلى الله عليه و سلم إذا دخل الخلاء وضع خاتمه

“Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam apabila hendak masuk WC, beliau melepaskan cincinnya”

Diriwayatkan oleh Abu Dawud (19) dari Anas  bin Malik. Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah berkata : (Hadits) Mungkar. (Dho’if Sunan Abi Dawud No. 19)

HADITS KELIMA PULUH EMPAT

كان النبي صلى الله عليه و سلم إذا خرج من الخلاء قال ” الحمد لله الذي أذهب عني الأذى وعافاني”

Apabila Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam keluar dari WC, beliau mengucapkan : “Puji Syukur kepada Allah yang telah membuang dariku  kotoran dan telah memaafkanku”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah, Dikeluarkan oleh Ibnu Majah (1/129) dari Anas  Rhadiyallahu’ anhu. (Al-Irwaul Ghalil No. 53 dengan ringkasan)

Datang hadits dari Aisyah yang dikeluarkan oleh At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ad-Darimi :

كان إذا خرج من الخلاء قال : غفرانك

“Apabila Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam keluar dari wc beliau mengucapkan : “Hamba memohon ampunanmu Ya Allah”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah Dalam Takhrij Al-Musykat (359) : ”Sanadnya Shahih”

HADITS KELIMA PULUH LIMA

كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا رفع يديه في الدعاء لم يحطهما حتى يمسح بهما وجهه

“Apabila Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam mengangkat tangannya dalam doa, maka tidaklah beliau menurunkannya sampai mengusapkan keduanya pada wajahnya”

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah : (Hadits) Lemah,  Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (2/244) dan Ibnu Asakir dari Umar Rhadiyallahu’ anhu.

Datang pula dari hadits yang Dikeluarkan oleh As-Sa’ib bin Yazid dari ayahnya :

أن النبي صلى الله عليه و سلم كان إذا دعا فرفع يديه مسح وجهه بيديه

Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam apabila berdoa dan mengangkat tangannya, beliau mengusap wajahnya dengan keduanya”

Sanad hadits ini pun lemah, Datang pula dalam riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Abbas Rhadiyallahu’ anhuma dari Nabi  Shalallahu ‘alahi wassallam dengan lafadz yang memiliki makanya serupa. Hadits ini pun lemah juga.

Berkata Al-Allamah Al-Albani Rahimahullah (Secara makna) : Mengusap wajah setelah doa Qunut tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam maupun dari para sahabatnya, maka perbuatan ini adalah bid’ah tanpa diragukan lagi. Adapun mengusap wajah di luar sholat setelah berdoa tidak memiliki Hujah kecuali Hadits Umar dan hadits Ibnu Abbas. Dan tidaklah benar pendapat yang mengatakan bahwa kedua riwayat ini saling menguatkan dengan yang