Bahaya Riya’ dan Sum’ah

Para pembaca yang budiman, di edisi kali ini buletin mungil At-Tauhid mencoba mengangkat rubrik baru yang tak kalah pentingnya dengan rubrik-rubrik lainnya, yaitu rubrik “Syarah Hadits”. Syarah Hadits akan menjelaskan kepada anda tentang makna dari hadits-hadits Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam– beserta mutiara hikmah dan faedah yang terkandung di dalamnya. Syarah Hadits merupakan tafsiran bagi hadits-hadits nabawiyyah. Jika disana ada tafsir Al-Qur’an, nah disana juga ada tafsir hadits. Itulah Syarah Hadits.

  • Nash Hadits

Hadits perdana yang kami akan angkat adalah hadits masyhur berikut:

إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لِأَنْ يُقَالَ جَرِيءٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ عَالِمٌ وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلَّا أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ

Rasulullah –Shallallahu alaihi wa sallam– bersabda, “Sesungguhnya orang yang pertama akan dibereskan urusannya di Hari Kiamat adalah : (1)Orang yang mati (dianggap) syahid. Kemudian ia dihadapkan seraya diperkenalkan (diingatkan) tentang nikmat-nikmat-Nya (yang dulu diberikan kepadanya ketika di dunia,pen.), maka iapun mengenalnya. Dia (Allah) berfirman, “Apa yang kau lakukan dengan nikmat itu? Orang itu menjawab, “Aku telah berperang karena-Mu sehingga aku mati syahid”. Dia berfirman, “Engkau dusta! Akan tetapi engkau (sebenarnya) berperang agar dikatakan ’Pemberani’, dan engkau telah digelari demikian”. Kemudian ia diperintahkan untuk diseret, maka iapun diseret di ats wajahnya sehingga ia ditelungkupkan ke dalam neraka.

(2)Orang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya dan membaca (baca: mempelajari) Al-Qur’an. Lalu iapun didatangkan seraya diperkenalkan (diingatkan) tentang nikmat-nikmat-Nya (yang dulu diberikan kepadanya ketika di dunia,pen.), maka iapun mengenalnya. Dia (Allah) berfirman, “Apa yang kau lakukan dengan nikmat itu? Orang itu menjawab, “Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta membaca Al-Qur’an karena Engkau”. Dia berfirman, “Engkau dusta! Akan tetapi engkau menuntut ilmu, dan mengajarkannya agar digelari ‘Ulama’. Engkau membaca Al-Qur’an pun agar disebut ‘ Qori’’, dan engkau telah digelari demikian”. Kemudian ia diperintahkan untuk diseret, maka iapun diseret di atas wajahnya sehingga ia ditelungkupkan ke dalam neraka.

(3)Orang yang Allah luaskan jalan rezeki baginya dan diberikan seluruh jenis harta. Lalu iapun di datangkan seraya diperkenalkan (diingatkan) tentang nikmat-nikmat-Nya (yang dulu diberikan kepadanya ketika di dunia,pen.), maka iapun mengenalnya. Dia (Allah) berfirman, “Apa yang kau lakukan dengan nikmat itu? Orang itu menjawab, “